Suara Guru - Bangkok. Pembukaan seminar on comunication, persatuan buruh
dunia di hotel mariot Bangkok, 15 - 17 April 2015 .diselenggarakan ILO.
Di hadiri organisasi serikat pekerja dari regional Asia Pasifik
,sedangkan perwakilan dari Indonesia diwakili oleh PGRI yaitu Wasekjen
PB PGRI Dr.H.Abdul Hamid, M.Si.
AUS AID Audiensi dengan PB PGRI
Suara Guru - Jakarta. Dengan tujuan mempererat hubungan Indonesia dan
Australia, lembaga nirlaba AUS AID mengadakan kunjungan ke Gedung Guru
Indonesia untuk bertemu jajaran Pengurus Besar PGRI membahas tentang
dunia pendidikan Indonesia serta berbagai kerjasama yang dapat
dijalankan di masa yang akan datang. Hadir dalam pertemuan ini dari PB
PGRI, Ketua Umum PB PGRI Sulistiyo, Sekjen PB PGRI Muhammad Qudrat
Nugraha, Ketua PB PGRI Unifah Rosyidi, Ketua PB PGRI Sugito, Ketua PB
PGRI Didi Suprijadi, Ketua PB PGRI Sahiri Hermawan, Wakil Sekjen PB PGRI
Dian Mahsunah, serta Sekdep Hubungan Luar Negeri Warnoto. TYS
PB PGRI : Pemerintah Masih Jauh dari Harapan
Suara Guru – Jakarta. Menanggapi berbagai macam persoalan terkini
yang berlangsung hingga kini khususnya dibidang pendidikan, PB PGRI
(pengurus besar persatuan guru republik indonesia) merasa langkah
pemerintah dalam membenahi sistem pendidikan masih jauh dari harapan.
Setidaknya hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Departemen Penelitian dan
Pengabdian Masyarakat PB PGRI Mohammad Abduhzen pada konferensi pers
yang diadakan pada kami, 9 april 2015 di Gedung Guru Indonesia. Ia
menyebutkan setidaknya ada 3 (tiga) permasalahan :
Pertama, bagaimana menafsirkan makna mencerdaskan kehidupan bangsa
dalam implementasi pendidikan di indonesia. Kedua, Heboh paham
radikalisme, penangkapan beberapa kelompok terduga teroris, latihan
perang-perangan di poso yang diharapkan dapat menangkap gembong teroris
Santoso dan ditutup dengan penutupan 16 (enam belas) situs yang
disinyalir berpaham radikal. Bagaimana pendidikan kebangasaan di
indonesia, padahal Indonesia dikenal dengan negara yang plural. Ketiga,
Pendidikan kebangsaan tentang tanggung jawab kita terhadap pemerintah.
Selain itu, Abduzen juga menyoroti masih adanya UN yang merupakan
kebijakan yang “basa-basi”. Ia mengutarakan seharusnya pemerintah dalam
rangka melaksanakan ujian semacam UN mengacu kepada undang-undang, yang
hanya menilai evaluasi hasil belajar dan pengendalian mutu. TYS
RAKERNAS KERJA NASIONAL BPLP Tahun 2015
Suara Guru – Jakarta. Bertempat di Hotel Park Jakarta BPLP (badan
pembina lembaga pendidikan) PGRI mengadakan Rakernas (rapat kerja
nasional) pertama dengan mengusung tema “Peningkatan Kualitas dan
Soliditas Lembaga Pendidikan PGRI Memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN
(MEA).
Rakernas BPLP PGRI yang diselenggarakan pada tanggal 10 s.d. 12
April 2015 di Park Hotel Jakarta dimaksudkan untuk mewujudkan cita-cita
luhur menjadikan lembaga pendidikan PGRI yang unggul dalam membangun
bangsa. Dalam rakernas ini membahas program kerja PGRI tahun 2015-2018
untuk pendidikan tinggi, pendidikan dasar, paud dan pendidikan
masyarakat untuk peningkatan mutu, towering, dan institusionalisasi
lembaga pendidikan PGRI. Disamping itu juga didiskusikan problem dan
tantangan untuk menyikapi berbagai regulasi di bidang pendidikan.
Penyelenggaraan Rakernas BPLP PGRI diatur dalam Peraturan Organisasi
Nomor 999/ORG/PB/XXI/2013 tentang Badan Pembina Lembaga Pendidikan
PGRI, yang mengatur bahwa rapat kerja nasional BPLP PGRI dilaksanakan
dua kali pada Masa Bakti 2013-2018. Rakernas BPLP PGRI Tahun 2015
dilaksanakan bersama dengan YPLP Pusat PGRI, sekaligus sebagai Rakernas
YPLP Pusat PGRI.
Acara ini sendiri dihadiri lebih dari 50 perguruan tinggi PGRI
se-Indonnesia serta pengurus PGRI Provinsi se-Indonesia. Penyelenggaraan
Rakernas BPLP PGRI diharapkan memberikan arah kebijakan bagi
pembangunan lembaga pendidikan PGRI di seluruh Indonesia. Peningkatan
mutu layanan pendidikan di lingkungan lembaga pendidikan PGRI sangat
ditentukan oleh komitmen bersama dan kesungguhan semua pihak, serta
konsistensi dalam pengelolaan dan penyelenggaran pendidikan.
Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd selaku ketua pelaksana mengharapkan kita
semua bersinergi dan bekerja sama untuk mencapai cita-cita luhur menjadi
lembaga pendidikan yang unggul dalam membangun bangsa dengan memfaatkan
sumber daya seoptimal mungkin. TYS/ARI
Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui TIK
Suara Guru – Jakarta. Menindaklanjuti
penandatanganan kerjasama antara PB PGRI dan Intel pada hari senin –
selasa tanggal 3-4 november 2014 di Gedung Guru Indonesia. Acara ini
dibuka langsung oleh Sekjen PB PGRI Muh. Qudrat Nugraha,Ph.D. dan para
peserta yang hadir berasal dari tenaga kependidikan semua jenjang level
pendidikan dari SD/MI sampai dengan SMA/SMK/MA se-DKI Jakarta.
Dalam kesempatan ini, bertindak sebagai intruktur Ali Ishak, S.Sos
dan Budi yang kedua berasal dari Intel Indonesia Corporation. Program
pelatihan yang diadakan selama 2 (dua) hari ini diharapkan dapat
meningkatkan keahlian para pengajar di sekolahnya masing – masing serta
dapat mengimplementasikan program TIK dalam kurikulum 2013.
PB PGRI sebagai fasilitator pelatihan kali ini, berharap para guru
dapat dengan mudah menyerap keahlian bidang TIK yang diajarkan oleh para
instruktur. Harapan ini begitu besar dikarenakan pelatihan ini tak
sekedar teori melainkan langsung melaksanakan praktek. Kedepannya, para
guru yang sudah mengikuti pelatihan ini dapat menularkan keilmuannya
kepada rekan sejawatnya serta para murid di sekolah. Sehingga impian
indonesia terbebas dari buta teknologi informasi dan komunikasi segera
terwujud. Semoga. (TYS)
NPA baru Kecamatan Soreang
Daftar nama anggota PGRI yang telah memperoleh NPA Baru, datanya telah terdaftar di database PB PGRI Jakarta.
Asmar Pawellangi pimpin PGRI Ranting SMAN 3 Parepare
Parepare, 2 Mei 2015
Bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional, rapat anggota dalam rangka pembentukan Pengurus PGRI Ranting SMA Negeri 3 Parepare bertempat di ruang pertemuan SMA Negeri 3 Parepare, kegiatan ini dihadiri oleh wakil ketua PGRI Cabang Soreang Muhammad Saleh, S.Pd, beserta pengurus lainnya, personil kepengurusan yang dilantik adalah: Ketua : Asmar Pawellangi, S. Pd., Wakil ketua : Drs. Robertus Lakka, Sekertaris : Husni, S.Kom. Bendahara : Andi Nurmah, S. Pd. Anggota : Kasmiati, S. Pd. Darmawati, S.Ag., MSi, Husrina, S. Pd. Mustakin, S. Pd. Muh. Taufiq, S. Pd dengan masa bakti kepengurusan 2014-2019.
(ars)
Pembentukan Pengurus Ranting SMP Negeri 6 Parepare
Parepare, 2 Mei 2015
Rapat kerja dalam rangka pembentukan pengurus ranting SMP Negeri 6 Parepare, berlangsung pada tanggal 2 Mei 2015, dihadiri beberapa pengurus PGRI Cabang Soreang, dalam sambutannya ketua PGRI Cabang Soreang Faisal Syarif menjelaskan beberapa program yang akan dijalankan selama periode 2014-2019 antara lain (1) konsilidasi organisasi dengan pembentukan beberapa pengurus ranting, (2) pendataan anggota melalui website pgri.or.id, (3) mengadaan gedung guru, dan lain-lain.
Rapat kerja dalam rangka pembentukan pengurus ranting SMP Negeri 6 Parepare, berlangsung pada tanggal 2 Mei 2015, dihadiri beberapa pengurus PGRI Cabang Soreang, dalam sambutannya ketua PGRI Cabang Soreang Faisal Syarif menjelaskan beberapa program yang akan dijalankan selama periode 2014-2019 antara lain (1) konsilidasi organisasi dengan pembentukan beberapa pengurus ranting, (2) pendataan anggota melalui website pgri.or.id, (3) mengadaan gedung guru, dan lain-lain.
Dalam kesempatan tersebut Faisal mengatakan Kota Parepare sebagai Kota Pendidikan dan Kota Niaga selayaknya telah memiliki gedung guru yang akan dijadikan pusat kegiatan guru di Kota Parepare, berdasarkan hasil pertemuan oleh beberapa pengurus cabang dan pengurus tingkat Kota Parepare telah disepakati bahwa untuk tahap pertama pengadaan lahan melalui bantuan para anggota, ia menambahkan bahwa di Kota Parepare sudah ada guru sebanyak 3000 orang baik yang sertifikasi maupun yang belum sertifikasi, jika hal tersebut dimaksimalkan maka tidak mustahil harapan pembangunan gedung guru dapat terealisasi dengan baik.
Paharuddin Memimpin kembali PGRI Ranting SMPN 6
Pada kesempatan tersebut juga telah dipilih dan dikukuhkan pengurus ranting SMP Negeri 6 Parepare periode 2014-2019, yaitu: Paharuddin, S.Pd (Ketua), Drs. Sappewali (Wakil Ketua), Alimuddin.B, S.Pd (Sekretaris), Hj.Mardini, S.Pd (Bendahara) dan 4 anggota (Suriati Hatta, S,Pd., Hj.St. Aminah, S.PdI, Kasmiati, S.Pd, Hj.Halwiyah, S.Pd).
(andirusdi)
Upacara Peringatan Hardiknas 2015 Hadirkan Tokoh Pengerahan Tenaga Mahasiswa Tahun 1950-an
Jakarta, Kemendikbud ---- Upacara
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini tidak sekadar
seremonial di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) saja. Lebih dari itu, Kemendikbud menghadirkan dan
mengapresiasi para tokoh Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM) yang telah menjadi guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di luar pulau Jawa pada tahun 1951 sampai 1962.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan
menyampaikan, apresiasi kepada para tokoh PTM yang telah terlibat
memajukan pendidikan Indonesia yang pada masa itu masih sedikit sekali
jumlah guru yang berada di luar pulau Jawa tetapi mereka berkeinginan
untuk mengajar di sana bahkan mampu mendirikan banyak SMA. “Pada masa
itu, hal ini tidak disebut sebagai gerakan tetapi inilah contoh
gerakan,” ujarnya saat memberikan apresiasi kepada tokoh Pengerahan
Tenaga Mahasiswa dalam rangkaian acara Upacara Peringatan Hari
Pendidikan Nasional 2015, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Sabtu
(2/5/2015).
Salah satu tokoh PTM, Wardiman mengatakan, saat menjadi mahasiswa
dirinya merasa terpanggil untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan
menjadi guru di luar pulau Jawa pada masa itu. Dia mengatakan, sebanyak
1.361 mahasiswa bergerak melalui program PTM di 20 provinsi di
Indonesia untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. “Inilah sumbangsih
pada bangsa dan negara kami,” katanya.
Dalam upacara peringatan Hardiknas 2015 juga hadir mantan Menteri
Pendidikan Nasional periode 1999-2004, Bambang Sudibyo, dan mantan
Menteri Pendidikan Nasional periode 1993-1998, Wardiman Djojonegoro.
Sebagai peserta upacara tersebut, hadir para pejabat dan karyawan di
lingkungan Kemendikbud dan hadir juga siswa-siswi, guru, dan kepala
sekolah SD, SMP, dan SMA di Jakarta, serta beberapa mahasiswa, Pramuka,
Palang Merah Remaja, dan Patroli Keamanan Sekolah yang ada di Jakarta.
Di peringatan Hardiknas 2015, atas nama Presiden Republik Indonesia,
Joko Widodo, Mendikbud memberikan penghargaan Satyalencana Karya Satya
kepada 56 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kemendikbud.
Penghargaan tersebut diberikan kepada PNS yang telah mengabdi dan
berbakti kepada bangsa dan negara minimal selama 10 tahun, 20 tahun, dan
30 tahun serta memiliki kinerja bekerja dengan predikat baik dalam hal
kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan, dan pengabdian
Progres data dapodik
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 tahun 2014,
tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan 2013, bahwa bagi sekolah yang
telah melaksanakan Kurikulum 2013 selama 3 semester dapat melanjutkan
menggunakan Kurikulum 2013, bagi yang baru menerapkan 1 semester kembali
menggunakan Kurikulum 2006. Untuk memfasilitasi peraturan tersebut kami
telah menerbitkan Patch 3.0.3 pada aplikasi Dapodikdas dengan perubahan fitur sebagai berikut.
http://dapo.dikdas.kemdikbud.go.id/exreport/w/196103
- Kurikulum 2013 pada tabel pembelajaran hanya dapat dipilih oleh sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 selama 3 semester.
- Bagi sekolah yang baru menerapkan Kurikulum 2013 selama 1 semester secara otomatis pada tabel pembelajaran hanya ada satu pilihan yaitu Kurikulum 2006
- Operator sekolah segera melakukan update data Dapodik terutama pada tabel pembelajaran dengan menggunakan patch 3.0.3 yang dapat diunduh di laman web http://dapo.dikdas.kemdikbud.go.id
- Operator sekolah segera melaporkan perubahan atau update data dapodik kepada kepala sekolah untuk dapat ditindaklanjuti terhadap pembagian tugas mengajar guru berdasarkan penggunaan kurikulum di sekolahnya.
http://dapo.dikdas.kemdikbud.go.id/exreport/w/196103
Kepala Sekolah Aktif, Wujudkan UN SMP Berintegritas
Jakarta, Kemendikbud --- Peran aktif kepala sekolah memberikan pengaruh besar terhadap keberhasilan pelaksanaan UN berintegritas, khususnya UN jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang siap dilaksanakan pada tanggal 4 s.d. 7 mei 2015. Kepala sekolah harus siap dan aktif dalam memberikan teladan dan arahan kepada guru dan siswa, khususnya dalam menyukseskan pelaksanaan UN berintegritas.
Demikian disampaikan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sampit, Kabupaten Kotim, Kalimantan Tengah, Syahrani HM, saat dihubungi kemdikbud.go.id, Selasa (28/04/2015). “Saya selalu memberikan arahan dan bimbingan kepada bapak dan ibu guru, termasuk para siswa juga, agar siap menyukseskan pelaksanaan UN tahun 2015 ini dengan berintegritas,” tuturnya.
Dalam rangka persiapan jelang pelaksanaan UN tahun ini, kata Syahrani, pihak sekolah telah membuat POS Sekolah. POS tersebut merujuk pada POS yang ada di Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), untuk menyampaikan berbagai kebijakan pelaksanaan UN. Salah satu kebijakan yang disampaikan adalah kebijakan pemerintah meniadakan UN sebagai syarat kelulusan. “(Melalui) POS Sekolah tersebut pun kami melayani bimbingan konseling untuk siswa yang membutuhkan semangat secara mental jelang UN,” ujar Syahrani.
278 siswa peserta yang akan mengikuti UN tahun ini, menurut Syahrani, terlihat relaks, dengan semangat belajar tidak kendur. Para siswa tersebut lebih fokus belajar untuk mencapai harapan mendapatkan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diharapkan. “Saya selalu sampaikan kepada para siswa untuk tetap belajar giat. UN sudah tidak menjadi syarat kelulusan, maka manfaatkan ini untuk bisa lebih relaks, dan raih SMA yang diimpikan,” ucapnya.
Syahrani menambahkan pihaknya mempersiapkan 14 ruang yang dapat digunakan sebagai tempat ujian. Selain itu juga terdapat pengawas dari sekolah yang akan diusulkan kepada dinas pendidikan setempat untuk menjadi pengawas silang. “Pengawas silang yang membagi adalah dinas pendidikan kabupaten. Nanti dari kami akan ditempatkan 28 orang pengawas silang penuh,” jelas Syahrani.
Syahrani berharap pelaksanaan UN tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan berintegritas. Dengan pelaksanaan UN yang berintegritas, secara tidak langsung dunia pendidikan menanamkan karakter positif kepada para siswa. “Saya yakin penyelenggaraan UN dapat jujur 100 persen. Kita harapkan para guru dapat menyampaikan pesan ini kepada para siswa,” pungkas Syahrani. (Seno Hartono)
Kemendikbud Segera Luncurkan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga
SISWA JUJUR DAPAT HADIAH
YOGYAKARTA, (PRLM).- Pauline Arifin, staf bagian Fungsional Pendidikan pada Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK mendatangi sekolah SMA Negeri 3 Yogyakarta. Ia memberikan penghargaan kepada Muhammad Tsaqif Wismadi dan 4 temannya berupa plakat dan pin bertuliskan “Jujur Itu Hebat”.
Menurut Pauline, penghargaan itu diberikan kepada para siswa tersebut karena mereka berani bersikap jujur dan integritas yang merupakan nilai dasar dari sikap anti korupsi. Penghargaan itu, menurut Pauline, untuk mendorong lebih banyak orang Indonesia bersikap jujur dan dengan lantang menyuarakan kejujuran.
“Keberanian adik-adik SMAN-3 untuk menyatakan dan menyuarakan dengan lantang keadilan dan kebenaran bahwa mereka punya kesempatan untuk menggunakan soal-soal UN (Ujian Negara) yang bocor itu tetapi mereka memilih untuk tidak menggunakan itu. Dan mereka tetap menjalankan UN itu dengan jujur, dan itu adalah nilai dasar untuk anti korupsi. Korupsi di negara kita ini masih merajalela karena banyak orang baik belum berani menyuarakan kebenaran, menyuarakan keadilan dengan lantang. KPK ingin mendorong semua elemen masyarakat menyuarakan keadilan, menyuarakan kebenaran dan menyuarakan sikap integritas,” katanya.
Muhammad Tsaqif Wismadi, tentang sikapnya itu, mengaku bahwa sikap jujur merupakan pilihan terbaik karena teman-teman di sekitarnya bersikap jujur. Ia tidak rela usaha teman-temannya belajar menjadi sia-sia karena ada teman yang lain bersikap tidak jujur, yaitu menggunakan bocoran soal ujian. Tsaqif dan teman-temannya mendapatkan informasi melalui media sosial tentang adanya soal-soal Ujian Negara SMA 2015 yang dibocorkan oleh oknum dari pihak percetakan dengan mengunggah soal-soal tersebut di internet. Tetapi Tsaqif dan teman-teman tidak menggunakan bocoran soal itu tetapi memilih melaporkan kepada pihak sekolah.
”Melihat lingkungan di sekitarku itu teman-teman jujur semua, ya kasihan lah mereka sudah belajar (keras) kayak gitu, meluangkan waktu, usaha, duit orangtua kanjadinya sia-sia kalau jadi begini. Kita tahu (ada bocoran itu) tetapi kita diam itu kan mestinya tidak terjadi apa-apa. Dan menurut saya ini hal terbai yang bisa kami lakukan. Setelah itu menyebar, pagi-pagi itu ada ratusan pesan WA, LINE, SMS itu ngancam-ngancam, neror itu banyak, eh rumahmu dimana biar sini tak (bom) molotov saja,” ujarnya.
Kepala SMA Negeri 3 Yogyakarta Dwi Rini Wulandari mengaku bersyukur anak didiknya bersikap jujur. Ia meneruskan laporan siswanya kepada pimpinan di kantor dinas Pendikan dan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dwi mengatakan, ”Kami sudah lapor ke pimpinan karena kami punya pimpinan, dan terus beliau langsung tindak-lanjuti. Ya, Insya Allah anak-anak kami ini kami beri dan tanamkan untuk jujur. Bahkan kami juga punya kegiatan, program dari OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) juga.”
Edy Heri Suasana, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Yogyakarta berjanji menjadikan Tasqif dan kawan-kawannya sebagai Pahlawan Kejujuran yang diharapkan mendorong lahirnya lebih banyak lagi siswa sekolah bersikap jujur dan berintegritas.
”Ya anak seperti Tsaqif ini mestinya ada banyak lagi Tasqif yang lain, sehingga anak-anak jujur semakin banyak, itu yang kami harapkan. Kami akan menindak-lanjutinya dengan;pertama event hari ini ketika KPK memberikan penghargaan kami akan promosikan kepada masyarakat pendidikan dilingkungan kami. Kedua, akan menjadi contoh bagi kami, maka kami sebut si Tsaqif dan teman-temannya di SMA 3 ini menjadi pahlawan kejujuran untuk pelaksanaan UN. Ini akan menjadi pahlawan-pahlawan yang akan kami hadirkan dalam banyak kesempatan terutama kalau saya berada di sekolah,” tambahnya.
Kebocoran soal-soal Ujian Nasional untuk SMA tahun 2015 telah terjadi di sejumlah daerah. Namun Menteri Anies Baswedan mengatakan tidak perlu dilakukan ujian ulangan karena berdasarkan penilaian yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tingkat integritas siswa masih relatif tinggi. Disamping itu, Ujian Nasional tahun ini bukan menjadi penentu kelulusan siswa.(voa/A-147)***
Tags
Faisal Syarif Nahkoda PGRI Cabang Soreang
FAISAL SYARIF, S.Pd,M.Kes Kepala SLB Negeri Parepare memimpin PGRI Cabang Soreang dengan peroleh suara cukup signifikan, dimana pada pelaksanaan komprensi PGRI yang terlaksana pada tanggal 31 Maret 2015 di Aula SMK Negeri 2 Parepare Faisal Syarif, memperoleh suara 22 dari 25 suara.
ketua panitia Drs. H.Nurdin mengatakan kegiatan dilaksanakan setiap 5tahun sekali, kali ini mengusung tema "peran strategi PGRI sebagai organisasi profesi guru Indonesia dalam mewujudkan guru yang bermartabat menuju pendidikan bermutu.
adapun pengurus inti PGRI Cabang Soreang masa bakti 2014-2019 adalah sebagai berikut :
Ketua : Faisal Syarif,S.Pd,M.Kes (Kepala SLB Negeri Parepare)
Wakil Ketua : Drs.Muh. Saleh (Guru SMP Negeri 2 Parepare)
Sekretaris : Abd. Hafid, S.Ag (Guru SMP Negeri 12 Parepare)
Wakil Sekretaris : Anwar Nur,S.Pd,M.Si (Guru SMK Negeri 2 Parepare
Bendahara : Dra. Hj. Hamsiah, M.Pd (Kepala SD Negeri 23 Parepare)
Menurut Faisal Syarif,S.Pd,M.Kes dalam sambutannya bahwa PGRI kedepan harus lebih memperhatikan kepentingan guru dalam melakukan pembangunan, baik pembangunan manusia maupun sarana prasarana sekolah, serta mengharapkan semua ranting tetap bersinergi dalam menjalankan roda organisasi sampai 5 tahun kedepan, tak lupa pula mengucapkan terima kasih kepada peserta kongres atas kepercayaannya untuk memimpin PGRI Cabang Soreang masa bakti 2014-2019.
Susunan Pengurus selengkapnya dapat dilihat http://pgricab-soreangparepare.blogspot.com/p/pengurus.html
Audiensi PB PGRI dengan Presiden Jokowi
Pada tanggal 6 April 2015 PB PGRI melaksanakan pertemuan koordinasi (audiensi) dengan Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo dan pada 19 Maret 2015 dengan Wapres RI, Bapak Jusuf Kalla.
Banyak hal yg diusulkan oleh PB PGRI berkait dengan pendidikan, guru, dan tenaga kependidikan. Materi usulan selengkapnya ada di Web PB PGRI. Antara lain tentang pemenuhan kebutuhan guru, khususnya guru SD, penyelesaian persoalan guru honorer, guru swasta, guru madrasah, guru bantu, guru TK/PAUD, pengawas/penilik, tenaga kependidikan, sertifikasi dan pembayaran TPG bersama gaji, peningkatan kualifikasi, beban mengajar 24 jam, jumlah murid minimal dalam kelas, revisi pedoman pembayaran TPG, revisi PP 74/2008, revisi Permenegpan dan RB No. 16/2009, dan lain-lain. Alhamdulillah responnya baik, beberapa usulan dipastikan ditindaklanuti/dipenuhi. Salam, Sulistiyo (Ketua Umum PB PGRI).
Penyampaian
Pengurus besar PGRI, telah mencanangkan pendataan keanggotaan PGRI seluruh Indonesia, yang dapat dilakukan secara mandiri online melalui situs resmi PB PGRI di http://anggota.pgri.or.id/keanggotaan.php .
Silakan klik pilihan tombol (button) berikut ini:
“REGISTRASI ANGGOTA BARU” bagi pengunjung yang akan mendaftarkan diri sebagai anggota baru PGRI. Bila registrasi berhasil, akan terbit informasi Nomor Pokok Anggota (NPA) secara otomatis.
“UPDATE” untuk pemutakhitan data bagi anggota yang telah terdaftar sebelumnya sebagai anggota PGRI. Menu ini tidak mengubah NPA, kecuali hanya perubahan data saja.
“MUTASI” untuk pemutahiran data bagi anggota PGRI yang mengalami mutasi alamat tempat bertugas. Perubahan data ini berakibat perubahan NPA.
“CEK NPA” untuk mengetahui NPA yang terdaftar dengan memasukkan NPA lama atau dengan NIK.
Mohon perhatian!
Semua kolom isian data yang tersedia dalam formulir, harap diisi dengan benar dan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Data yang telah diisi akan tersimpan sebagai informasi permanen dalam database untuk anggota bersangkutan. Bila terjadi kesalahan entri data untuk REGISTRASI ANGGOTA BARU, atau dengan sengaja memasukkan data yang tidak benar, dapat berakibat pembatalan atau penghapusan status keanggotaan setelah dilakukan verifikasi oleh petugas administrasi PGRI.
Apabila terjadi permasalahan registrasi, update ataupun mutasi data dapat menghubungi petugas admin keanggotaan PGRI di daerah tempat tugas/tempat terdaftar sebagai anggota atau mengirimkan email ke Support Sistem Informasi Keanggotaan PB PGRI (frozenjava@gmail.com) Terima kasih
Silakan klik pilihan tombol (button) berikut ini:
“REGISTRASI ANGGOTA BARU” bagi pengunjung yang akan mendaftarkan diri sebagai anggota baru PGRI. Bila registrasi berhasil, akan terbit informasi Nomor Pokok Anggota (NPA) secara otomatis.
“UPDATE” untuk pemutakhitan data bagi anggota yang telah terdaftar sebelumnya sebagai anggota PGRI. Menu ini tidak mengubah NPA, kecuali hanya perubahan data saja.
“MUTASI” untuk pemutahiran data bagi anggota PGRI yang mengalami mutasi alamat tempat bertugas. Perubahan data ini berakibat perubahan NPA.
“CEK NPA” untuk mengetahui NPA yang terdaftar dengan memasukkan NPA lama atau dengan NIK.
Mohon perhatian!
Semua kolom isian data yang tersedia dalam formulir, harap diisi dengan benar dan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Data yang telah diisi akan tersimpan sebagai informasi permanen dalam database untuk anggota bersangkutan. Bila terjadi kesalahan entri data untuk REGISTRASI ANGGOTA BARU, atau dengan sengaja memasukkan data yang tidak benar, dapat berakibat pembatalan atau penghapusan status keanggotaan setelah dilakukan verifikasi oleh petugas administrasi PGRI.
Apabila terjadi permasalahan registrasi, update ataupun mutasi data dapat menghubungi petugas admin keanggotaan PGRI di daerah tempat tugas/tempat terdaftar sebagai anggota atau mengirimkan email ke Support Sistem Informasi Keanggotaan PB PGRI (frozenjava@gmail.com) Terima kasih

















