Slide

Progres data dapodik

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 tahun 2014, tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan 2013, bahwa bagi sekolah yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 selama 3 semester dapat melanjutkan menggunakan Kurikulum 2013, bagi yang baru menerapkan 1 semester kembali menggunakan Kurikulum 2006. Untuk memfasilitasi peraturan tersebut kami telah menerbitkan Patch 3.0.3 pada aplikasi Dapodikdas dengan perubahan fitur sebagai berikut.
  1. Kurikulum 2013 pada tabel pembelajaran hanya dapat dipilih oleh sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 selama 3 semester.
  2. Bagi sekolah yang baru menerapkan Kurikulum 2013 selama 1 semester secara otomatis pada tabel pembelajaran hanya ada satu pilihan yaitu Kurikulum 2006
  3. Operator sekolah segera melakukan update data Dapodik terutama pada tabel pembelajaran dengan menggunakan patch 3.0.3 yang dapat diunduh di laman web http://dapo.dikdas.kemdikbud.go.id
  4. Operator sekolah segera melaporkan perubahan atau update data dapodik kepada kepala sekolah untuk dapat ditindaklanjuti terhadap pembagian tugas mengajar guru berdasarkan penggunaan kurikulum di sekolahnya.
 Progress untuk Kecamatan Soreang Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan

http://dapo.dikdas.kemdikbud.go.id/exreport/w/196103

Share:

Kepala Sekolah Aktif, Wujudkan UN SMP Berintegritas

Jakarta, Kemendikbud --- Peran aktif kepala sekolah memberikan pengaruh besar terhadap keberhasilan pelaksanaan UN berintegritas, khususnya UN jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang siap dilaksanakan pada tanggal 4 s.d. 7 mei 2015. Kepala sekolah harus siap dan aktif dalam memberikan teladan dan arahan kepada guru dan siswa, khususnya dalam menyukseskan pelaksanaan UN berintegritas.
 
Demikian disampaikan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sampit, Kabupaten Kotim, Kalimantan Tengah, Syahrani HM, saat dihubungi kemdikbud.go.id, Selasa (28/04/2015). “Saya selalu memberikan arahan dan bimbingan kepada bapak dan ibu guru, termasuk para siswa juga, agar siap menyukseskan pelaksanaan UN tahun 2015 ini dengan berintegritas,” tuturnya.
 
Dalam rangka persiapan jelang pelaksanaan UN tahun ini, kata Syahrani, pihak sekolah telah membuat POS Sekolah. POS tersebut merujuk pada POS yang ada di Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), untuk menyampaikan berbagai kebijakan pelaksanaan UN. Salah satu kebijakan yang disampaikan adalah kebijakan pemerintah meniadakan UN sebagai syarat kelulusan. “(Melalui) POS Sekolah tersebut pun kami melayani bimbingan konseling untuk siswa yang membutuhkan semangat secara mental jelang UN,” ujar Syahrani.      
 
278 siswa peserta yang akan mengikuti UN tahun ini, menurut Syahrani, terlihat relaks, dengan semangat belajar tidak kendur. Para siswa tersebut lebih fokus belajar untuk mencapai harapan mendapatkan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diharapkan. “Saya selalu sampaikan kepada para siswa untuk tetap belajar giat. UN sudah tidak menjadi syarat kelulusan, maka manfaatkan ini untuk bisa lebih relaks, dan raih SMA yang diimpikan,” ucapnya.
 
Syahrani menambahkan pihaknya mempersiapkan 14 ruang yang dapat digunakan sebagai tempat ujian. Selain itu juga terdapat pengawas dari sekolah yang akan diusulkan kepada dinas pendidikan setempat untuk menjadi pengawas silang. “Pengawas silang yang membagi adalah dinas pendidikan kabupaten. Nanti dari kami akan ditempatkan 28 orang pengawas silang penuh,” jelas Syahrani.
 
Syahrani berharap pelaksanaan UN tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan berintegritas. Dengan pelaksanaan UN yang berintegritas, secara tidak langsung dunia pendidikan menanamkan karakter positif kepada para siswa. “Saya yakin penyelenggaraan UN dapat jujur 100 persen. Kita harapkan para guru dapat menyampaikan pesan ini kepada para siswa,” pungkas Syahrani. (Seno Hartono)
Share:

Kemendikbud Segera Luncurkan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga

Jakarta, HanTer - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), menilai pendidikan tak hanya merupakan tanggung jawab sekolah dan pemrintah. Orang tua dan keluarga memiliki tanggung jawab dalam membina pendidikan para tunas bangsa. Menyikapi hal tersebut, Kemendikbud mengajak para orang tua untuk turut memahami pendidikan anak mereka. Melalui pendidikan keluarga dan keorang tuaan, Kemendikbud akan meluncurkan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga. Direktorat ini direncakan akan mengurusi sejumlah persoalan pendidikan keluarga dan keorangtuaan. Tujuan utama dari layanan pendidikan keluarga ini agar penduduk usia dewasa memperoleh wawasan, dan pemahaman tentang kiat mendidik anak sejak janin hingga dewasa. Kemendikbud menargetkan hingga 2019, jumlah penduduk dewasa yang mendapatkan layanan pendidikan keluarga mencapai 4.343.500 orang. “Kami telah menjaring masukan dan melakukan curah pendapat dengan akademisi, komunitas, penggiat pendidikan keorangtuaan, dan beberapa pihak yang terkait,” ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Ditjen PAUDNI) Ella Yulaelawati, pada awak media, Minggu (26/04/2015). Ella berpendapat nomenklatur tersebut dirasa lebih tepat, sebab tidak hanya memberikan ruang bagi orangtua utuh, tapi bagi orangtua tunggal. Sebelumnya, nama yang akan diusung adalah Direktorat Keayahbundaan, menuai prokontra karena menyinggung sejumlah pihak. Seperti pada orang tua tunggal, yang dianggap tidak masuk dalam kategori direktorat tersebut. “Beberapa mempersepsikan bahwa Direktorat Keayahbundaan hanya untuk keluarga dengan ayah dan ibu, padahal adapula orangtua tunggal yang hanya terdiri dari seorang ayah atau ibu,” imbuh Ella. Ella menjelaskan kedepannya Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga akan berada di bawah Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas. Struktur ini telah disetujui oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan nomor 11 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ada pun tugas direktorat tersebut akan memiliki empat subdirektorat, yakni Program dan Evaluasi, Pendidikan Bagi Orangtua, Pendidikan Anak dan Remaja, serta Subdirektorat Kemitraan. Beberapa program utama Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga adalah penanganan perilaku perundungan (bullying), pendidikan penanganan remaja, penguatan prestasi belajar, pendidikan Karakter dan kepribadian, pendidikan kecakapan hidup, serta pendidikan pencegahan perilaku destruktif. “Direktorat baru ini juga akan mengembangkan program pencegahan perdagangan orang, narkoba, dan HIV AIDS agar keluarga Indonesia menjadi lebih kuat,” kata Ella. Rencanya serangkaian program ini ditargetkan untuk mencapai peningkatan akses dan mutu layanan pendidikan, khususnya bagi keluarga Indonesia. Pendidikan keluarga yang akan diselenggarakan tidak hanya dimaksudkan untuk orangtua kandung, melainkan wali maupun orang dewasa yang bertanggung jawab mendidik anak. ( Elvi)


Share:

SISWA JUJUR DAPAT HADIAH

YOGYAKARTA, (PRLM).- Pauline Arifin, staf bagian Fungsional Pendidikan pada Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK mendatangi sekolah SMA Negeri 3 Yogyakarta. Ia memberikan penghargaan kepada Muhammad Tsaqif Wismadi dan 4 temannya berupa plakat dan pin bertuliskan “Jujur Itu Hebat”.
Menurut Pauline, penghargaan itu diberikan kepada para siswa tersebut karena mereka berani bersikap jujur dan integritas yang merupakan nilai dasar dari sikap anti korupsi. Penghargaan itu, menurut Pauline, untuk mendorong lebih banyak orang Indonesia bersikap jujur dan dengan lantang menyuarakan kejujuran.
“Keberanian adik-adik SMAN-3 untuk menyatakan dan menyuarakan dengan lantang keadilan dan kebenaran bahwa mereka punya kesempatan untuk menggunakan soal-soal UN (Ujian Negara) yang bocor itu tetapi mereka memilih untuk tidak menggunakan itu. Dan mereka tetap menjalankan UN itu dengan jujur, dan itu adalah nilai dasar untuk anti korupsi. Korupsi di negara kita ini masih merajalela karena banyak orang baik belum berani menyuarakan kebenaran, menyuarakan keadilan dengan lantang. KPK ingin mendorong semua elemen masyarakat menyuarakan keadilan, menyuarakan kebenaran dan menyuarakan sikap integritas,” katanya.
Muhammad Tsaqif Wismadi, tentang sikapnya itu, mengaku bahwa sikap jujur merupakan pilihan terbaik karena teman-teman di sekitarnya bersikap jujur. Ia tidak rela usaha teman-temannya belajar menjadi sia-sia karena ada teman yang lain bersikap tidak jujur, yaitu menggunakan bocoran soal ujian. Tsaqif dan teman-temannya mendapatkan informasi melalui media sosial tentang adanya soal-soal Ujian Negara SMA 2015 yang dibocorkan oleh oknum dari pihak percetakan dengan mengunggah soal-soal tersebut di internet. Tetapi Tsaqif dan teman-teman tidak menggunakan bocoran soal itu tetapi memilih melaporkan kepada pihak sekolah.
”Melihat lingkungan di sekitarku itu teman-teman jujur semua, ya kasihan lah mereka sudah belajar (keras) kayak gitu, meluangkan waktu, usaha, duit orangtua kanjadinya sia-sia kalau jadi begini. Kita tahu (ada bocoran itu) tetapi kita diam itu kan mestinya tidak terjadi apa-apa. Dan menurut saya ini hal terbai yang bisa kami lakukan. Setelah itu menyebar, pagi-pagi itu ada ratusan pesan WA, LINE, SMS itu ngancam-ngancam, neror itu banyak, eh rumahmu dimana biar sini tak (bom) molotov saja,” ujarnya.
Kepala SMA Negeri 3 Yogyakarta Dwi Rini Wulandari mengaku bersyukur anak didiknya bersikap jujur. Ia meneruskan laporan siswanya kepada pimpinan di kantor dinas Pendikan dan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dwi mengatakan, ”Kami sudah lapor ke pimpinan karena kami punya pimpinan, dan terus beliau langsung tindak-lanjuti. Ya, Insya Allah anak-anak kami ini kami beri dan tanamkan untuk jujur. Bahkan kami juga punya kegiatan, program dari OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) juga.”
Edy Heri Suasana, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Yogyakarta berjanji menjadikan Tasqif dan kawan-kawannya sebagai Pahlawan Kejujuran yang diharapkan mendorong lahirnya lebih banyak lagi siswa sekolah bersikap jujur dan berintegritas.
”Ya anak seperti Tsaqif ini mestinya ada banyak lagi Tasqif yang lain, sehingga anak-anak jujur semakin banyak, itu yang kami harapkan. Kami akan menindak-lanjutinya dengan;pertama event hari ini ketika KPK memberikan penghargaan kami akan promosikan kepada masyarakat pendidikan dilingkungan kami. Kedua, akan menjadi contoh bagi kami, maka kami sebut si Tsaqif dan teman-temannya di SMA 3 ini menjadi pahlawan kejujuran untuk pelaksanaan UN. Ini akan menjadi pahlawan-pahlawan yang akan kami hadirkan dalam banyak kesempatan terutama kalau saya berada di sekolah,” tambahnya.
Kebocoran soal-soal Ujian Nasional untuk SMA tahun 2015 telah terjadi di sejumlah daerah. Namun Menteri Anies Baswedan mengatakan tidak perlu dilakukan ujian ulangan karena berdasarkan penilaian yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tingkat integritas siswa masih relatif tinggi. Disamping itu, Ujian Nasional tahun ini bukan menjadi penentu kelulusan siswa.(voa/A-147)***
Tags
Share:

Faisal Syarif Nahkoda PGRI Cabang Soreang


FAISAL SYARIF, S.Pd,M.Kes Kepala SLB Negeri Parepare memimpin PGRI Cabang Soreang dengan peroleh suara cukup signifikan, dimana pada pelaksanaan komprensi PGRI yang terlaksana pada tanggal 31 Maret 2015 di Aula SMK  Negeri 2 Parepare Faisal Syarif, memperoleh suara 22 dari 25 suara.

ketua panitia Drs. H.Nurdin mengatakan kegiatan dilaksanakan setiap 5tahun sekali, kali ini mengusung tema "peran strategi PGRI sebagai organisasi profesi guru Indonesia dalam mewujudkan guru yang bermartabat menuju pendidikan bermutu.
adapun pengurus inti PGRI Cabang Soreang masa bakti 2014-2019 adalah sebagai berikut :
Ketua                : Faisal Syarif,S.Pd,M.Kes (Kepala SLB Negeri Parepare)
Wakil Ketua       : Drs.Muh. Saleh (Guru SMP Negeri 2 Parepare)
Sekretaris          : Abd. Hafid, S.Ag (Guru SMP Negeri 12 Parepare)
Wakil Sekretaris : Anwar Nur,S.Pd,M.Si (Guru SMK Negeri 2 Parepare
Bendahara         : Dra. Hj. Hamsiah, M.Pd (Kepala SD Negeri 23 Parepare)



Menurut  Faisal Syarif,S.Pd,M.Kes dalam sambutannya bahwa PGRI kedepan harus lebih memperhatikan kepentingan guru dalam melakukan pembangunan, baik pembangunan manusia maupun sarana prasarana sekolah, serta mengharapkan semua ranting tetap bersinergi dalam menjalankan roda organisasi sampai 5 tahun kedepan, tak lupa pula mengucapkan terima kasih kepada peserta kongres atas kepercayaannya untuk memimpin PGRI Cabang Soreang masa bakti 2014-2019.

Susunan Pengurus selengkapnya dapat dilihat http://pgricab-soreangparepare.blogspot.com/p/pengurus.html

Share:

Audiensi PB PGRI dengan Presiden Jokowi


Pada tanggal 6 April 2015 PB PGRI melaksanakan pertemuan koordinasi (audiensi) dengan Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo dan pada 19 Maret 2015 dengan Wapres RI, Bapak Jusuf Kalla.
Banyak hal yg diusulkan oleh PB PGRI berkait dengan pendidikan, guru, dan tenaga kependidikan. Materi usulan selengkapnya ada di Web PB PGRI. Antara lain tentang pemenuhan  kebutuhan guru, khususnya guru SD, penyelesaian persoalan guru honorer, guru swasta, guru madrasah, guru bantu, guru TK/PAUD, pengawas/penilik, tenaga kependidikan, sertifikasi dan pembayaran TPG bersama gaji, peningkatan kualifikasi, beban mengajar 24 jam, jumlah murid minimal dalam kelas, revisi pedoman pembayaran TPG,  revisi PP 74/2008, revisi Permenegpan dan RB No. 16/2009, dan lain-lain. Alhamdulillah responnya baik, beberapa usulan dipastikan ditindaklanuti/dipenuhi. Salam, Sulistiyo (Ketua Umum PB PGRI).
Share:

Penyampaian

Pengurus besar PGRI, telah mencanangkan pendataan keanggotaan PGRI seluruh Indonesia, yang dapat dilakukan secara mandiri online melalui situs resmi PB PGRI di http://anggota.pgri.or.id/keanggotaan.php .

 Silakan klik pilihan tombol (button) berikut ini:

“REGISTRASI ANGGOTA BARU” bagi pengunjung yang akan mendaftarkan diri sebagai anggota baru PGRI. Bila registrasi berhasil, akan terbit informasi Nomor Pokok Anggota (NPA) secara otomatis.
“UPDATE” untuk pemutakhitan data bagi anggota yang telah terdaftar sebelumnya sebagai anggota PGRI. Menu ini tidak mengubah NPA, kecuali hanya perubahan data saja.
“MUTASI” untuk pemutahiran data bagi anggota PGRI yang mengalami mutasi alamat tempat bertugas. Perubahan data ini berakibat perubahan NPA.
“CEK NPA” untuk mengetahui NPA yang terdaftar dengan memasukkan NPA lama atau dengan NIK.

Mohon perhatian!

Semua kolom isian data yang tersedia dalam formulir, harap diisi dengan benar dan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Data yang telah diisi akan tersimpan sebagai informasi permanen dalam database untuk anggota bersangkutan. Bila terjadi kesalahan entri data untuk REGISTRASI ANGGOTA BARU, atau dengan sengaja memasukkan data yang tidak benar, dapat berakibat pembatalan atau penghapusan status keanggotaan setelah dilakukan verifikasi oleh petugas administrasi PGRI.

Apabila terjadi permasalahan registrasi, update ataupun mutasi data dapat menghubungi petugas admin keanggotaan PGRI di daerah tempat tugas/tempat terdaftar sebagai anggota atau mengirimkan email ke Support Sistem Informasi Keanggotaan PB PGRI (frozenjava@gmail.com) Terima kasih
Share:

Total Tayangan Halaman

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Definition List

header ads

Unordered List

Support