Slide

Asmar Pawellangi pimpin PGRI Ranting SMAN 3 Parepare

Parepare, 2 Mei 2015

Bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional, rapat anggota dalam rangka pembentukan Pengurus PGRI Ranting SMA Negeri 3 Parepare bertempat di ruang pertemuan SMA Negeri 3 Parepare, kegiatan ini dihadiri oleh wakil ketua PGRI Cabang Soreang Muhammad Saleh, S.Pd, beserta pengurus lainnya, personil kepengurusan yang dilantik adalah: Ketua : Asmar Pawellangi, S. Pd., Wakil ketua : Drs. Robertus Lakka, Sekertaris : Husni, S.Kom. Bendahara : Andi Nurmah, S. Pd. Anggota : Kasmiati, S. Pd. Darmawati, S.Ag., MSi, Husrina, S. Pd. Mustakin, S. Pd. Muh. Taufiq, S. Pd dengan masa bakti kepengurusan 2014-2019.
(ars)
Share:

Pembentukan Pengurus Ranting SMP Negeri 6 Parepare

Parepare, 2 Mei 2015


Rapat kerja dalam rangka pembentukan pengurus ranting SMP Negeri 6 Parepare, berlangsung pada tanggal 2 Mei 2015, dihadiri  beberapa pengurus PGRI Cabang Soreang, dalam sambutannya ketua PGRI Cabang Soreang Faisal Syarif menjelaskan beberapa program yang akan dijalankan selama periode 2014-2019 antara lain (1) konsilidasi organisasi dengan pembentukan beberapa pengurus ranting, (2) pendataan anggota melalui website pgri.or.id, (3) mengadaan gedung guru, dan lain-lain. 

Dalam kesempatan tersebut Faisal mengatakan Kota Parepare sebagai Kota Pendidikan dan Kota Niaga selayaknya telah memiliki gedung guru yang akan dijadikan pusat kegiatan guru di Kota Parepare, berdasarkan hasil pertemuan oleh beberapa pengurus cabang dan pengurus tingkat Kota Parepare telah disepakati bahwa untuk tahap pertama pengadaan lahan melalui bantuan para anggota, ia menambahkan bahwa di Kota Parepare sudah ada guru sebanyak 3000 orang baik yang sertifikasi maupun yang belum sertifikasi, jika hal tersebut dimaksimalkan maka tidak mustahil harapan pembangunan gedung guru dapat terealisasi dengan baik.

Paharuddin Memimpin kembali PGRI Ranting SMPN 6

Pada kesempatan tersebut juga telah dipilih dan dikukuhkan pengurus ranting SMP Negeri 6 Parepare periode 2014-2019, yaitu: Paharuddin, S.Pd (Ketua), Drs. Sappewali (Wakil Ketua), Alimuddin.B, S.Pd (Sekretaris), Hj.Mardini, S.Pd (Bendahara) dan 4 anggota (Suriati Hatta, S,Pd., Hj.St. Aminah, S.PdI, Kasmiati, S.Pd, Hj.Halwiyah, S.Pd). 

(andirusdi)
Share:

Upacara Peringatan Hardiknas 2015 Hadirkan Tokoh Pengerahan Tenaga Mahasiswa Tahun 1950-an

Jakarta, Kemendikbud ---- Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini tidak sekadar seremonial di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saja. Lebih dari itu, Kemendikbud menghadirkan dan mengapresiasi para tokoh Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM) yang telah menjadi guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di luar pulau Jawa pada tahun 1951 sampai 1962.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan menyampaikan, apresiasi kepada para tokoh PTM yang telah terlibat memajukan pendidikan Indonesia yang pada masa itu masih sedikit sekali jumlah guru yang berada di luar pulau Jawa tetapi mereka berkeinginan untuk mengajar di sana bahkan mampu mendirikan banyak SMA. “Pada masa itu, hal ini tidak disebut sebagai gerakan tetapi inilah contoh gerakan,” ujarnya saat memberikan apresiasi kepada tokoh Pengerahan Tenaga Mahasiswa dalam rangkaian acara Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2015, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (2/5/2015).
 
Salah satu tokoh PTM, Wardiman mengatakan, saat menjadi mahasiswa dirinya merasa terpanggil untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan menjadi guru di luar pulau Jawa pada masa itu. Dia mengatakan, sebanyak 1.361 mahasiswa bergerak melalui program PTM di 20 provinsi di Indonesia untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. “Inilah sumbangsih pada bangsa dan negara kami,” katanya.
 
Dalam upacara peringatan Hardiknas 2015 juga hadir mantan Menteri Pendidikan Nasional periode 1999-2004, Bambang Sudibyo, dan mantan Menteri Pendidikan Nasional periode 1993-1998, Wardiman Djojonegoro. Sebagai peserta upacara tersebut, hadir para pejabat dan karyawan di lingkungan Kemendikbud dan hadir juga siswa-siswi, guru, dan kepala sekolah SD, SMP, dan SMA di Jakarta, serta beberapa mahasiswa, Pramuka, Palang Merah Remaja, dan Patroli Keamanan Sekolah yang ada di Jakarta.
 
Di peringatan Hardiknas 2015, atas nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Mendikbud memberikan penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada 56 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kemendikbud. Penghargaan tersebut diberikan kepada PNS yang telah mengabdi dan berbakti kepada bangsa dan negara minimal selama 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun serta memiliki kinerja bekerja dengan predikat baik dalam hal kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan, dan pengabdian
Share:

Total Tayangan Halaman

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Definition List

header ads

Unordered List

Support