Slide

ILO Regional Workshop on Communication: Tools and skills for mobilzing and organizing workers

Suara Guru - Bangkok. Pembukaan seminar on comunication, persatuan buruh dunia di hotel mariot Bangkok, 15 - 17 April 2015 .diselenggarakan ILO. Di hadiri organisasi serikat pekerja dari regional Asia Pasifik ,sedangkan perwakilan dari Indonesia diwakili oleh PGRI yaitu Wasekjen PB PGRI Dr.H.Abdul Hamid, M.Si.
Share:

AUS AID Audiensi dengan PB PGRI

Suara Guru - Jakarta. Dengan tujuan mempererat hubungan Indonesia dan Australia, lembaga nirlaba AUS AID mengadakan kunjungan ke Gedung Guru Indonesia untuk bertemu jajaran Pengurus Besar PGRI membahas tentang dunia pendidikan Indonesia serta berbagai kerjasama yang dapat dijalankan di masa yang akan datang. Hadir dalam pertemuan ini dari PB PGRI, Ketua Umum PB PGRI Sulistiyo, Sekjen PB PGRI Muhammad Qudrat Nugraha, Ketua PB PGRI Unifah Rosyidi, Ketua PB PGRI Sugito, Ketua PB PGRI Didi Suprijadi, Ketua PB PGRI Sahiri Hermawan, Wakil Sekjen PB PGRI Dian Mahsunah, serta Sekdep Hubungan Luar Negeri Warnoto. TYS
Share:

PB PGRI : Pemerintah Masih Jauh dari Harapan

Suara Guru – Jakarta. Menanggapi berbagai macam persoalan terkini yang berlangsung hingga kini khususnya dibidang pendidikan, PB PGRI (pengurus besar persatuan guru republik indonesia) merasa langkah pemerintah dalam membenahi sistem pendidikan masih jauh dari harapan. Setidaknya hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Departemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PB PGRI Mohammad Abduhzen pada konferensi pers yang diadakan pada kami, 9 april 2015 di Gedung Guru Indonesia. Ia menyebutkan setidaknya ada 3 (tiga) permasalahan :
Pertama, bagaimana menafsirkan makna mencerdaskan kehidupan bangsa dalam implementasi pendidikan di indonesia. Kedua, Heboh paham radikalisme, penangkapan beberapa kelompok terduga teroris, latihan perang-perangan di poso yang diharapkan dapat menangkap gembong teroris Santoso dan ditutup dengan penutupan 16 (enam belas) situs yang disinyalir berpaham radikal. Bagaimana pendidikan kebangasaan di indonesia, padahal Indonesia dikenal dengan negara yang plural. Ketiga, Pendidikan kebangsaan tentang tanggung jawab kita terhadap pemerintah.
Selain itu, Abduzen juga menyoroti masih adanya UN yang merupakan kebijakan yang “basa-basi”. Ia mengutarakan seharusnya pemerintah dalam rangka melaksanakan ujian semacam UN mengacu kepada undang-undang, yang hanya menilai evaluasi hasil belajar dan pengendalian mutu. TYS
Share:

RAKERNAS KERJA NASIONAL BPLP Tahun 2015

Suara Guru – Jakarta. Bertempat di Hotel Park Jakarta BPLP (badan pembina lembaga pendidikan) PGRI mengadakan Rakernas (rapat kerja nasional) pertama dengan mengusung tema “Peningkatan Kualitas dan Soliditas Lembaga Pendidikan PGRI Memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Rakernas  BPLP PGRI yang diselenggarakan pada tanggal 10 s.d. 12 April 2015 di Park Hotel Jakarta dimaksudkan untuk mewujudkan cita-cita luhur menjadikan lembaga pendidikan PGRI yang unggul dalam membangun bangsa. Dalam rakernas ini membahas program kerja PGRI tahun 2015-2018 untuk pendidikan tinggi, pendidikan dasar, paud dan pendidikan masyarakat untuk peningkatan mutu, towering, dan institusionalisasi lembaga pendidikan PGRI. Disamping itu juga didiskusikan problem dan tantangan untuk menyikapi berbagai regulasi di bidang pendidikan. Penyelenggaraan Rakernas BPLP PGRI diatur dalam Peraturan Organisasi Nomor   999/ORG/PB/XXI/2013 tentang Badan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI, yang mengatur bahwa rapat kerja nasional BPLP PGRI dilaksanakan dua kali pada Masa Bakti 2013-2018. Rakernas BPLP PGRI Tahun 2015 dilaksanakan bersama dengan YPLP Pusat PGRI, sekaligus sebagai Rakernas YPLP Pusat PGRI.
Acara ini sendiri dihadiri lebih dari 50 perguruan tinggi PGRI se-Indonnesia serta pengurus PGRI Provinsi se-Indonesia. Penyelenggaraan Rakernas BPLP PGRI diharapkan memberikan arah kebijakan bagi pembangunan lembaga pendidikan PGRI di seluruh Indonesia. Peningkatan mutu layanan pendidikan di lingkungan lembaga pendidikan PGRI sangat ditentukan oleh komitmen bersama dan kesungguhan semua pihak, serta konsistensi dalam pengelolaan dan penyelenggaran pendidikan.
Dr.  Unifah Rosyidi, M.Pd selaku ketua pelaksana  mengharapkan kita semua bersinergi dan bekerja sama untuk mencapai cita-cita luhur menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam membangun bangsa dengan memfaatkan sumber daya seoptimal mungkin. TYS/ARI
Share:

Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui TIK

Suara Guru – Jakarta.  Menindaklanjuti  penandatanganan kerjasama antara PB PGRI dan Intel pada hari senin – selasa tanggal 3-4 november 2014 di Gedung Guru Indonesia. Acara ini dibuka langsung oleh Sekjen PB PGRI Muh. Qudrat Nugraha,Ph.D. dan para peserta yang hadir berasal dari tenaga kependidikan semua jenjang level pendidikan dari SD/MI sampai dengan SMA/SMK/MA se-DKI Jakarta.
Dalam kesempatan ini, bertindak sebagai intruktur Ali Ishak, S.Sos dan Budi yang kedua berasal dari Intel Indonesia Corporation. Program pelatihan yang diadakan selama 2 (dua) hari ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian para pengajar di sekolahnya masing – masing serta dapat mengimplementasikan program TIK dalam kurikulum 2013.
PB PGRI sebagai fasilitator pelatihan kali ini, berharap para  guru dapat dengan mudah menyerap keahlian bidang TIK yang diajarkan oleh para instruktur. Harapan ini begitu besar dikarenakan pelatihan ini tak sekedar teori melainkan langsung melaksanakan praktek. Kedepannya, para guru yang sudah mengikuti pelatihan ini dapat menularkan keilmuannya kepada rekan sejawatnya serta para murid di sekolah. Sehingga impian indonesia terbebas dari buta teknologi informasi dan komunikasi segera terwujud. Semoga. (TYS)
Share:

NPA baru Kecamatan Soreang

Daftar nama anggota PGRI yang telah memperoleh NPA Baru, datanya telah terdaftar di database PB PGRI Jakarta. 

Share:

Asmar Pawellangi pimpin PGRI Ranting SMAN 3 Parepare

Parepare, 2 Mei 2015

Bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional, rapat anggota dalam rangka pembentukan Pengurus PGRI Ranting SMA Negeri 3 Parepare bertempat di ruang pertemuan SMA Negeri 3 Parepare, kegiatan ini dihadiri oleh wakil ketua PGRI Cabang Soreang Muhammad Saleh, S.Pd, beserta pengurus lainnya, personil kepengurusan yang dilantik adalah: Ketua : Asmar Pawellangi, S. Pd., Wakil ketua : Drs. Robertus Lakka, Sekertaris : Husni, S.Kom. Bendahara : Andi Nurmah, S. Pd. Anggota : Kasmiati, S. Pd. Darmawati, S.Ag., MSi, Husrina, S. Pd. Mustakin, S. Pd. Muh. Taufiq, S. Pd dengan masa bakti kepengurusan 2014-2019.
(ars)
Share:

Pembentukan Pengurus Ranting SMP Negeri 6 Parepare

Parepare, 2 Mei 2015


Rapat kerja dalam rangka pembentukan pengurus ranting SMP Negeri 6 Parepare, berlangsung pada tanggal 2 Mei 2015, dihadiri  beberapa pengurus PGRI Cabang Soreang, dalam sambutannya ketua PGRI Cabang Soreang Faisal Syarif menjelaskan beberapa program yang akan dijalankan selama periode 2014-2019 antara lain (1) konsilidasi organisasi dengan pembentukan beberapa pengurus ranting, (2) pendataan anggota melalui website pgri.or.id, (3) mengadaan gedung guru, dan lain-lain. 

Dalam kesempatan tersebut Faisal mengatakan Kota Parepare sebagai Kota Pendidikan dan Kota Niaga selayaknya telah memiliki gedung guru yang akan dijadikan pusat kegiatan guru di Kota Parepare, berdasarkan hasil pertemuan oleh beberapa pengurus cabang dan pengurus tingkat Kota Parepare telah disepakati bahwa untuk tahap pertama pengadaan lahan melalui bantuan para anggota, ia menambahkan bahwa di Kota Parepare sudah ada guru sebanyak 3000 orang baik yang sertifikasi maupun yang belum sertifikasi, jika hal tersebut dimaksimalkan maka tidak mustahil harapan pembangunan gedung guru dapat terealisasi dengan baik.

Paharuddin Memimpin kembali PGRI Ranting SMPN 6

Pada kesempatan tersebut juga telah dipilih dan dikukuhkan pengurus ranting SMP Negeri 6 Parepare periode 2014-2019, yaitu: Paharuddin, S.Pd (Ketua), Drs. Sappewali (Wakil Ketua), Alimuddin.B, S.Pd (Sekretaris), Hj.Mardini, S.Pd (Bendahara) dan 4 anggota (Suriati Hatta, S,Pd., Hj.St. Aminah, S.PdI, Kasmiati, S.Pd, Hj.Halwiyah, S.Pd). 

(andirusdi)
Share:

Upacara Peringatan Hardiknas 2015 Hadirkan Tokoh Pengerahan Tenaga Mahasiswa Tahun 1950-an

Jakarta, Kemendikbud ---- Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini tidak sekadar seremonial di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saja. Lebih dari itu, Kemendikbud menghadirkan dan mengapresiasi para tokoh Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM) yang telah menjadi guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di luar pulau Jawa pada tahun 1951 sampai 1962.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan menyampaikan, apresiasi kepada para tokoh PTM yang telah terlibat memajukan pendidikan Indonesia yang pada masa itu masih sedikit sekali jumlah guru yang berada di luar pulau Jawa tetapi mereka berkeinginan untuk mengajar di sana bahkan mampu mendirikan banyak SMA. “Pada masa itu, hal ini tidak disebut sebagai gerakan tetapi inilah contoh gerakan,” ujarnya saat memberikan apresiasi kepada tokoh Pengerahan Tenaga Mahasiswa dalam rangkaian acara Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2015, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (2/5/2015).
 
Salah satu tokoh PTM, Wardiman mengatakan, saat menjadi mahasiswa dirinya merasa terpanggil untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan menjadi guru di luar pulau Jawa pada masa itu. Dia mengatakan, sebanyak 1.361 mahasiswa bergerak melalui program PTM di 20 provinsi di Indonesia untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. “Inilah sumbangsih pada bangsa dan negara kami,” katanya.
 
Dalam upacara peringatan Hardiknas 2015 juga hadir mantan Menteri Pendidikan Nasional periode 1999-2004, Bambang Sudibyo, dan mantan Menteri Pendidikan Nasional periode 1993-1998, Wardiman Djojonegoro. Sebagai peserta upacara tersebut, hadir para pejabat dan karyawan di lingkungan Kemendikbud dan hadir juga siswa-siswi, guru, dan kepala sekolah SD, SMP, dan SMA di Jakarta, serta beberapa mahasiswa, Pramuka, Palang Merah Remaja, dan Patroli Keamanan Sekolah yang ada di Jakarta.
 
Di peringatan Hardiknas 2015, atas nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Mendikbud memberikan penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada 56 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kemendikbud. Penghargaan tersebut diberikan kepada PNS yang telah mengabdi dan berbakti kepada bangsa dan negara minimal selama 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun serta memiliki kinerja bekerja dengan predikat baik dalam hal kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan, dan pengabdian
Share:

Total Tayangan Halaman

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Definition List

header ads

Unordered List

Support